belajar

belajar
wawawawa

Minggu, 06 Februari 2011

best friends forever

Best friend forever
Di sebuah sekolah, ada dua gadis cilik yang bersahabat, bernama Azalia dan Miranda. Sekolah itu bernama SDIT Auliya, dan mereka adalah murid kelas 2. “Azalia, lihat!” panggil Miranda, sahabat karib Azalia. “Ada apa, Miranda?” tanya Azalia. “Lihat ini, di Wonderful Parents yang baru saja di bagikan tadi, ada lukisan kamu yang dimuat! Lukisanmu bagus ya!” kata Miranda memuji Azalia. “Terima kasih ya Miranda, kamu sudah memujiku”, kata Azalia.
Ting, tong, ting, tong!. Bel tanda masuk kelas berbunyi. Semua murid masuk kelas dengan senang dan langsung menyalami ibu guru. “Sekarang belajar apa, ya?” bisik Miranda kepada Azalia. “Pelajaran pertama kan bahasa Mandarin!” jawab Azalia kepada Miranda masih berbisik. Memang, hari ini adalah Hari Kamis. Hari yang semua pelajarannya bahasa asing: pelajaran pertama bahasa Mandarin, pelajaran kedua bahasa Spanyol, pelajaran ketiga bahasa Arab, dan pelajaran terakhir bahasa Jepang.
“Assalamu’alaikum, ni hao ma semuanya! Sekarang kita belajar bahasa Mandarin!” kata Miss Ling Ling. “Kalian wajib mengerjakan soal-soal ini ya” kata Miss Ling Ling, dan langsung mambagikan soal-soal kepada semua murid di kelas 2 Uhud. “Hmm..., soal-soalnya tidak terlalu susah ya” kata Miranda. “Benar juga Miranda!” kata Azalia.
Selesai belajar bahasa Mandarin, waktu istirahat telah tiba. “Xie xie Miss Ling Ling!” seru murid-murid kepada guru bahasa bahasa Mandarin mereka. Semua murid kelas 2 Uhud, termasuk Azalia dan Miranda, keluar dari kelas dengan tertib. “Kita main bulutangkis yuk!” ajak Azalia pada Miranda. Di SDIT Auliya memang ada lapangan voli, bulutangkis, basket, juga futsal.
“Wah, lihat itu! Ada kak Sari dan kak Lani sedang bermain bulutangkis” kata Miranda. “Kak Sari! Kak Lani! Boleh tidak, kami ikut bermain bulutangkis?” tanya Miranda dan Azalia kompak. Memang, Azalia dan Miranda selalu kompak, setiap berbicara dengan siapapun. “Boleh kok!” jawab kak Lani dan kak Sari. “Terima kasih ya, kak Sari dan kak Lani!” jawab Azalia dan Miranda. Lalu mereka langsung bermain bulutangkis bersama. “Seru ya!” kata Azalia. “Iya, benar! Sangat menyenangkan!” jawab Miranda.
Saat itu langit mendung dan kelihatannya hujan akan datang beberapa detik lagi. “O,ow, lihat, langit sudah hitam dan hujan mulai turun” kata Miranda. “Berarti kita harus.... lari dari lapangan bulutangkis ini!” kata Azalia sambil menarik tangan Miranda sahabat karibnya itu. Air hujan yang turun tiba-tiba membasahi kerudung mereka yang bercorak. “Ayo cepat! Kita ke kelas sekarang juga!” kata Azalia. “Ayo!” seru Miranda. Tap!, tap!, tap!, cplek!, cplek!.
“Ayo, kita hampir sampai di kelas!” kata Azalia hampir jatuh. “Wah, Azalia dan Miranda, kalian basah kuyup!” kata Putri. Saat itu, tiba-tiba Azalia jatuh. “Astagfirrullah!, Azalia pingsan!” kata Miranda kaget. “Hu hu..., Azalia! Hiks hiks.., kamu kenapa?” Tak lama kemudian Azalia dibawa ke Auliya’s Clinic. Miranda ikut mengantar sahabatnya itu. Di sana Azalia segera diberi oksigen oleh bu dokter Salni. Menurut dokter Salni, insya Allah Azalia tidak apa-apa, hanya terlalu capai bermain bulutangkis dan kebetulan kehujanan juga. “Ya Allah, bangunkanlah Azalia yang sedang pingsan ini” kata Miranda. Matanya sudah berkaca-kaca.
“Uhuk, uhuk, a..aku d..di..mana i..ni..?” kata Azalia. “Alhamdullillah! Azalia, kamu akhirnya bangun! Aku tadi sangat menghawatirkanmu!” kata Miranda sangat gembira melihat sahabatnya itu sudah sadar sambil mengusap air matanya. “Mi…mi..r..ran..da? Te..te..ri..m..ma..ka..sih, y..a!. S..su..d..dah, m..me..ne..m..ma..n..niku!” kata Azalia senang. “Sama-sama, Azalia. Ayo, kita ke kelas lagi sekarang!” kata Miranda.
Mereka kembali ke kelas ditemani oleh beberapa guru. “Memang sedang pelajaran apa di kelas?” tanya Azalia sambil menutup pintu Auliya’s Clinic. “Mm..., seharusnya sih sedang pelajaran Miss Paula. Pelajaran bahasa Spanyol,” kata Miranda. “Sudah sampai di kelas!,” kata Miranda. “Assalamu’alaikum semua!” kata Azalia. “Waalaikumussalam! Azalia! Alhamdulillah kamu sudah sadar! Kami semua sangat menghawatirkanmu!” kata teman-teman sekelas Azalia. Lalu teman-teman yang perempuan bergantian memeluk Azalia.
“Ayo anak-anak, semua kembali duduk di karpet, kita akan teruskan pelajaran ya”, kata Miss Paula. Semua murid kelas 2 Uhud cepat-cepat duduk lagi di karpet. “Magnifico!” kata Miss Paula senang melihat murid-murid yang patuh dan tertib.
Setelah pelajaran bahasa Spanyol selesai, waktu makan siang telah tiba. “Gracias, Miss Paula!” kata semua murid kelas 2 Uhud. Dan semua murid kelas 2 Uhud segera membaca do’a masuk kamar mandi dan do’a mau wudhu. “Ayo Miranda, kita wudhu sama-sama!” kata Azalia ramah. Setelah mereka selesai wudhu, mereka langsung sholat Dzuhur berjamaah di kelas bersama teman-teman yang lain.
Setelah sholat, murid-murid bersiap untuk makan bersama.“Miranda, aku membawa perkedel kornet dari Eyang Putri dan makaroni skotel dari Enin. Ini, setengahnya untuk kamu!” kata Azalia. “Terima kasih Azalia!. Kau memang sahabat karibku yang sangat baik hati!” kata Miranda. Merekapun makan bersama dengan lahap.
TAMAT
Kamus kecil:
Ni hao ma: Apakabar (Mandarin)
Magnifico: Hebat (Spanyol)
Gracias: Terima kasih (Spanyol)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar